Warga Dilibatkan dalam Pengamanan Taman Nasional Bunaken untuk Cegah Kerusakan Ekosistem

banner 120x600
banner 468x60

Kepala BTNB, Catur Marbawa, mengatakan keterlibatan warga dilakukan melalui berbagai program patroli dan pengawasan bersama.

“Kami mengikutsertakan warga dalam patroli dan pengawasan melalui wadah masyarakat mitra polisi kehutanan dan kader konservasi,” kata Catur, dikutip dari Antara, Rabu (4/3/2026).

banner 325x300

Selain masyarakat, kegiatan patroli juga melibatkan berbagai instansi terkait seperti kepolisian, TNI, Imigrasi, serta Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan terhadap kawasan konservasi yang memiliki kekayaan alam yang sangat besar.

Catur menjelaskan bahwa Taman Nasional Bunaken memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi sehingga perlu dijaga kelestariannya secara berkelanjutan.

Kawasan konservasi ini memiliki luas sekitar 73.983,29 hektare dengan potensi ekosistem laut yang sangat kaya. Di antaranya terumbu karang, ikan karang, lamun (seagrass), serta hutan mangrove yang menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut.

Sementara di wilayah daratan, sejumlah satwa endemik juga dapat ditemukan di kawasan ini. Di Pulau Manado Tua misalnya, terdapat Yaki atau monyet hitam Sulawesi serta hewan nokturnal Tarsius yang juga dapat dijumpai di Pulau Mantehage dan pesisir Tongkeina.

Satwa lainnya seperti Kuskus dapat ditemukan di Pulau Manado Tua, Pulau Mantehage, Pulau Nain, Pulau Bunaken, hingga wilayah pesisir utara kawasan taman nasional.

Selain itu, masih terdapat populasi rusa di Pulau Mantehage serta berbagai spesies burung seperti Kumkum, Srigunting, dan Kirik-Kirik yang tersebar di Pulau Manado Tua, Pulau Mantehage, Pulau Bunaken, dan Pulau Nain. Kawasan ini juga memiliki vegetasi hutan hujan tropis dataran rendah yang masih terjaga.

Menurut Catur, kelestarian kawasan Taman Nasional Bunaken tidak hanya penting bagi ekosistem, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata.

“Kawasan Taman Nasional Bunaken jika tetap terjaga kelestariannya, maka warga akan mendapatkan dampak ekonomi langsung melalui wisatawan yang berkunjung,” ujarnya.

Baru-baru ini, tim Smart Patrol Resor Mantehage Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I juga berhasil mendokumentasikan kemunculan Paus Orca (Orcinus orca) di perairan Taman Nasional Bunaken pada Selasa, 24 Februari 2026 sekitar pukul 10.00 WITA.

Kemunculan paus orca tersebut menjadi indikator penting bahwa rantai makanan laut di kawasan Taman Nasional Bunaken masih berada dalam kondisi relatif sehat.

Ikuti terus berbagai update berita wisata, lingkungan, dan perkembangan terbaru di Sulawesi Utara hanya di manadoupdates.com.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *