ManadoUpdates.com – Kota Manado menjadi salah satu dari enam pemerintah daerah di Indonesia yang masuk dalam pelaksanaan kajian Regional Diagnostic Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero bekerja sama dengan International Center for Applied Finance and Economics Fakultas Ekonomi dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (InterCAFE FEB IPB).
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Diseminasi Temuan Utama Kajian Regional Diagnostic Tahun 2025 yang digelar di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kota Manado, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Manado Andrei Angouw yang didampingi Sekretaris Daerah Kota Manado dr. Steaven Dandel, M.Ph.
Kajian tersebut bertujuan menyusun analisis komprehensif mengenai berbagai aspek pembangunan daerah, mulai dari kondisi sosial, ekonomi, fiskal, hingga infrastruktur serta dinamika politik daerah. Selain itu, kajian juga menyoroti potensi sektor unggulan, kapasitas keuangan daerah, serta peluang dan tantangan dalam pembangunan infrastruktur di daerah.
Dalam kegiatan diseminasi tersebut, tim dari PT SMI memaparkan bahwa program kajian yang dilakukan di enam daerah di Indonesia, termasuk Manado, bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur potensial yang dapat menunjang percepatan pembangunan daerah secara terintegrasi.
Wali Kota Manado Andrei Angouw dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kajian tersebut, mengingat Kota Manado menjadi salah satu daerah yang mendapatkan perhatian dalam analisis pembangunan regional.
Menurutnya, hasil kajian tersebut akan menjadi referensi penting bagi pemerintah kota dalam merumuskan berbagai program pembangunan ke depan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Prof. Bambang dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengenai kerangka kajian dan metode pelaksanaan program yang dilakukan dalam Regional Diagnostic tersebut.
Dalam sesi dialog, Wali Kota turut menyampaikan pandangan serta beberapa pertanyaan terkait hasil kajian yang dipaparkan. Ia memberikan gambaran mengenai konsep manajemen pembangunan di Kota Manado, termasuk pengelolaan infrastruktur air bersih, kondisi pasar tradisional, serta pengembangan fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan fasilitas kesehatan lainnya yang sebelumnya pernah mendapat dukungan pembiayaan dari PT SMI.
Selain itu, Wali Kota juga menyinggung perbandingan kondisi ekonomi Kota Manado dengan Kota Bogor, khususnya dalam hal Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Ia menyebutkan bahwa PDRB Kota Manado relatif lebih tinggi dibandingkan Bogor, namun terdapat perbedaan signifikan dalam hal jumlah penduduk, pembiayaan daerah, serta penerimaan pajak.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyoroti struktur ekonomi Kota Manado yang didominasi sektor perdagangan dan jasa, sementara sektor pariwisata dinilai masih belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.
Sekretaris Daerah Kota Manado dr. Steaven Dandel turut memberikan tanggapan terhadap hasil kajian tersebut. Ia menilai temuan kajian dapat menjadi acuan penting dalam penyusunan program pembangunan daerah, khususnya dalam pengembangan infrastruktur serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam diskusi tersebut juga disinggung berbagai isu strategis seperti pengelolaan sampah serta asumsi-asumsi ekonomi daerah yang berkaitan dengan pertumbuhan PDRB.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan PT SMI, akademisi dari Universitas Sam Ratulangi, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Manado, Direktur Perumda Pasar Manado, perwakilan PDAM Wanua Wenang, perwakilan Bank Sulut, Asosiasi Hotel, serta sejumlah undangan lainnya.
Ikuti terus berbagai update berita terbaru seputar Manado dan Sulawesi Utara hanya di manadoupdates.com.















