MANADOUPDATES.COM – Program nasional pengentasan kemiskinan ekstrem di sektor pendidikan mulai berjalan di Manado. Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Tumou Tou Manado kini resmi mengelola Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif strategis yang merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk 100 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia sejak Juni 2025.
Kepala Sentra Tumou Tou menjelaskan bahwa tujuan utama pembentukan Sekolah Rakyat adalah membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang selama ini kesulitan bersekolah.
Awalnya, penerimaan siswa berfokus pada data desil 1, namun kini diperluas hingga desil 4 karena tingginya kebutuhan di luar kategori awal.
Proses pendataan calon siswa dilakukan secara ketat oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Sosial Kota Manado. Mereka menelusuri kondisi rumah, pekerjaan orang tua, hingga kemampuan ekonomi keluarga untuk memastikan program ini tepat sasaran.
Sekolah Rakyat yang berlokasi di Sentra Tumou Tou saat ini menampung 75 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar tingkat SMP. Infrastruktur gedung dan asrama difasilitasi oleh Kementerian PUPR, sementara seluruh biaya operasional dan tenaga pengajar ditanggung penuh oleh Kementerian Sosial.
Kepala Sekolah Menengah Pertama Rakyat 21 Manado, Fenny Meivi Sarah Kilikily, menjelaskan model kurikulum yang diterapkan. Sekolah ini menggunakan tiga tahap: kurikulum persiapan, kurikulum inti (reguler), dan boarding school (asrama).
“Dalam tahap persiapan, anak-anak dibekali kesiapan fisik, mental, dan akademik. Di kurikulum inti, mereka mengikuti pelajaran seperti sekolah reguler, sementara di asrama ada penguatan karakter, kepemimpinan, dan cinta tanah air,” ungkap Fenny.
Seluruh siswa tinggal di asrama yang dilengkapi fasilitas belajar dan pendamping. Sistem boarding school ini dirancang agar siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga disiplin, mandiri, dan memiliki karakter nasionalis. Fenny menambahkan, guru dan pendamping berperan layaknya orang tua kedua di sekolah tersebut.
Tenaga pengajar di Sekolah Rakyat ini sebagian besar adalah tenaga P3K baru yang direkrut oleh Kemensos, sementara kepala sekolah berasal dari Dinas Pendidikan Kota Manado yang diperbantukan untuk mengelola lembaga inklusif ini.
“Anak-anak ini istimewa karena mendapat perhatian langsung dari Presiden. Mereka harus bangga bisa belajar di Sekolah Rakyat,” tegas Fenny, optimis bahwa program ini akan menjadi model pendidikan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
Ingin tahu perkembangan program sosial, bantuan pendidikan, dan berita update lainnya dari Pemerintah Kota Manado dan Sulawesi Utara? Kunjungi dan ikuti berita terbaru hanya di manadoupdates.com.
SC: RRI.CO.ID















