MANADOUPDATES.COM – Pemerintah Kota Manado memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan menggelar simulasi penanganan gempa bumi berskala 7 Skala Richter (SR). Acara yang merupakan bagian dari rangkaian Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2025 ini dipusatkan di Lapangan Sparta Tikala, dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Manado, Andrei Angouw.
Atmosfer darurat terasa nyata saat sirene meraung keras, menandai dimulainya skenario gempa. Petugas dari berbagai instansi langsung bergerak cepat untuk mengevakuasi korban dan memberikan pertolongan pertama.
Simulasi ini melibatkan tim gabungan yang terintegrasi, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan SAR Nasional (Basarnas), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Dinas Kesehatan, PLN, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sinergi ini menunjukkan kesiapsiagaan penuh Pemkot Manado dalam menghadapi situasi darurat terburuk. Wali Kota Andrei Angouw menekankan pentingnya latihan rutin ini bagi semua pihak.
“Kita harus selalu siap. Dengan latihan seperti ini, kita tahu apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir risiko dan korban,” tegas Wali Kota.
Pelaksanaan simulasi ini menjadi bukti komitmen Pemkot Manado untuk terus membangun masyarakat yang tangguh dan siaga. Harapannya, setiap elemen masyarakat dan petugas mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi saat bencana alam benar-benar terjadi.
Upaya ini sejalan dengan visi Pemkot Manado untuk terus membangun kota yang tangguh, siaga, dan siap menghadapi berbagai jenis potensi bencana.
Ikuti terus informasi update seputar kesiapsiagaan bencana, kebijakan pemerintah kota, dan berita penting lainnya di Sulawesi Utara. Kunjungi dan ikuti berita terbaru hanya di manadoupdates.com.















